Meme Upin dan Ipin Part 11 : Hantu

Meme Upin dan Ipin Part 11 : Hantu

Ada berbagai karya lukisan yang terkenal, salah satunya adalah lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci.

Leonardo da Vinci adalah seorang pelukis dari Italia dan dikenal juga sebagai seorang ilmuwan, arsitek, hingga produser teater.

Nah, ada hal menarik dari lukisan Mona Lisa yang dibuat oleh Leonardo da Vinci, nih, teman-teman, yaitu beberapa orang yang melihat lukisan ini merasa diikuti oleh tatapan mata Mona Lisa.

Ternyata kejadian ini tidak hanya dialami saat seseorang melihat lukisan Mona Lisa saja, lo, tapi juga berbagai lukisan lain yang pandangannya mengarah pada kita.

Karena fenomena ini, beberapa lukisan dianggap sebagai lukisan yang seram karena tatapan matanya mengikuti ke manapun orang tersebut berjalan.

Wah, apakah benar tatapan mata di beberapa lukisan, seperti lukisan Mona Lisa akan mengikuti ke manapun kita bergerak?

Efek Tatapan Mata


Banyak orang yang mengaku kalau saat melihat lukisan yang menggambarkan seseorang sedang menatap, maka tatapannya akan mengikuti ke mana kita berjalan.

Ternyata efek tatapan mata ini bisa dibuat dengan mudah oleh pelukis dengan menggunakan ilusi kedalaman.

Ilusi kedalaman ini membuat gambar di atas kanvas akan terlihat seperti tiga dimensi, padahal sebenarnya lukisan tersebut berbentuk 2 dimensi.

Selain itu, ilusi kedalaman ini juga berguna untuk mengarahkan pandangan mata, sehingga tatapan mata lukisan tadi akan melihat orang yang berdiri tepat di depan gambar.

Apakah Benar Tatapan Mata di Lukisan Mengikuti Kita?


Nah, jadi sebenarnya apakah tatapan mata Mona Lisa dan lukisan-lukisan lainnya benar-benar mengkuti kita? Jika iya, apa sebabnya, ya?

Pada tahun 2004, tim peneliti dari Ohio State University melakakukan penelitian dan mendapatkan hasilnya, nih, teman-teman.

Dari penelitian tersebut, diketahui bahwa ketika kita bergerak ke samping, maka titik dekat dan titik jauh dari gambar 2 dimensi tidak benar-benar berubah.

Titik dekat dan titik jauh diartikan sebagai titik-titik yang terlihat. Jika gambar tersebut merupakan gambar 3 dimensi, maka kedua titik ini akan muncul paling jauh dan paling dekat dari suatu sudut tertentu.

Jadi, sebenarnya tidak peduli dari mana kita melihat lukisan tersebut, lukisan itu tidak berubah, termasuk tatapan matanya, teman-teman.


Kuncinya ada pada titik jauh dan titik dekat dari sebuah gambar terlihat sama meskipun kita melihatnya dari berbagai arah.

Nah, yang membuat kita merasa diikuti oleh tatapan mata dalam lukisan adalah karena informasi visual yang kita dapatkan, sehingga hal tersebut bisa mengubah arah tampilan.

Singkatnya, saat teman-teman menatap mata pada sebuah lukisan yang menatap lurus ke arah kita, maka akan tercipta sebuah ilusi optik ringan.
Ilusi optik ringan ini akan menciptakan pemikiran bahwa tatapan mata dalam sebuah lukisan mengikuti ke manapun kita bergerak.

Hal ini berbeda kalau pelukis melukis bagian mata dengan tatapan ke arah lain dan bukan ke arah depan, maka tidak akan tercipta ilusi bahwa ada tatapan mata yang mengikuti kita.

Apa Itu Titik Jauh dan Titik Dekat?


Teman-teman sudah mengetahui kalau tatapan mata lukisan dipengaruhi oleh titik jauh dan titik dekat. Lalu, apa sebenarnya maksud dari kedua titik ini, ya?

Titik jauh diartikan sebagai titik di mana obyek harus ditempatkan di sepanjang sumbu optik mata agar gambar bisa difokuskan pada retina ketika mata tidak bisa menampungnya.

Kadang titik jauh diartikan sebagai titik terjauh dari mata di mana gambar terlihat kurang jelas.

Sedangkan titik dekat adalah titik terdekat di mana mata kita bisa melihat objek dengan jelas tanpa bantuan apapun.

Berbeda dengan titik jauh, dengan menggunakan titik dekat, kita bisa melihat lebih jelas, lo.

Teknik Ilusi Kedalaman Muncul Sejak Abad ke-14


Teknik melukis dengan ilusi kedalaman ini pertama kali muncul dalam seni sekitar abad ke-14. Lalu dipopulerkan oleh seniman dan arsitek bernama Fillipo Brunelleshi.

Fillipo Brunelleshi memperkenalkan gagasan yang disebut perspektif linear, yaitu melukis dengan segala sesuatu yang digambar berkumpul pada satu titik tertentu.

Nah, teknik ini kemudian menghasilkan sesuatu yang disebut ilusi kedalaman, teman-teman.

Penggunaan teknik ini dikombinasikan dengan beberapa hal, lo, seperti penggunaan teknik cahaya dan bayangan.
Maret 29, 2020 • 0 komentar
Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Isi dari komentar adalah tanggung jawab dari pengirim. FYI Indonesia mempunyai hak untuk tidak memperlihatkan komentar yang tidak etis atau kasar. Jika ada komentar yang melanggar aturan ini, tolong dilaporkan.