Kenapa Patah Hati Sakitnya di Dada, Bukan di Kepala?
Jika video tidak dapat diputar Klik disini untuk memuat ulang video

Kenapa Patah Hati Sakitnya di Dada, Bukan di Kepala?

Jatuh cinta mungkin satu-satunya jatuh yang ga dipengaruhi gravitasi. Kalau terkena panah asmara, rasanya dunia penuh pelangi, harum wangi bunga, dan cuitan burung di mana-mana. Tapi, ketika kenyataan engga seindah harapan, ada rasa sesak yang perlahan muncul di dada. Ngomong-ngomong soal sakit, seperti yang banyak ditanyain sama kalian, sebenernya apa yang terjadi? Gimana sih tubuh kita merespon perasaan patah hati? Enjoy the video!
---
Tanyakan pertanyaan aneh anda disini! NGGA ada pertanyaan yang bodoh! 'Kok Bisa' ngga cuma sekedar mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terlihat bodoh, aneh dan dungu disini, tapi juga mencoba menumbuhkan rasa keingintahuan anda terhadap segala hal di dunia ini. Jadi tunggu apalagi? Ayo subscribe, let's watch the videos and go curiosity!
April 10, 2020 • 0 komentar
Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Isi dari komentar adalah tanggung jawab dari pengirim. FYI Indonesia mempunyai hak untuk tidak memperlihatkan komentar yang tidak etis atau kasar. Jika ada komentar yang melanggar aturan ini, tolong dilaporkan.