Beranda
Astronomi
7 Fakta Menarik Tentang Wahana Antariksa NASA Juno
September 30, 2022

7 Fakta Menarik Tentang Wahana Antariksa NASA Juno

7 Fakta Menarik Tentang Wahana Antariksa NASA Juno

FYI Indonesia - 7 Fakta Menarik Tentang Wahana Antariksa NASA Juno. Tak lama lagi, wahana antariksa NASA Juno akan tiba di Jupiter setelah melakukan perjalanan bertahun-tahun. Wahana ini akan mempelajari struktur dan evolusi planet terbesar di tata surya kita dari orbit, mengambil pengukuran selama lebih dari satu tahun meskipun lingkungan Jupiter dipenuhi radiasi yang kuat.

"Jupiter adalah planet dengan steroid dalam tata surya kita, segala sesuatu tentang dia pasti tergolong ekstrim," kata peneliti utama Juno, Scott Bolton, dari Southwest Research Institute di San Antonio.
Misi ini memiliki beberapa tujuan sains utama. Salah satunya adalah untuk mengetahui seberapa banyak air di dalam Jupiter, yang harus memberikan kita pandangan tentang jumlah air yang hadir di tata surya awal.

Ilmuwan Juno juga berharap untuk memetakan interior Jupiter, ingin mengetahui apakan planet ini memiliki inti batu. Informasi tersebut akan membantu para peneliti mempelajari lebih lanjut tentang proses pembentukan planet pada umumnya.

7 Fakta Menarik Tentang Wahana Antariksa NASA Juno

1. Radiasi Jupiter Akan Memborbardir Juno

Juno dijadwalkan mengorbit Jupiter selama sekitar 20 bulan. Pesawat ruang angkasa ini kemungkinan besar tidak bisa bertahan lebih lama dari itu, karena lingkungan Jupiter memiliki radiasi sangat kuat.

Misalnya, medan magnet planet ini sekitar 20.000 kali lebih kuat dari Bumi, sehingga Juno harus menahan dampak oleh banyak partikel bermuatan yang bergerak dengan kecepatan supercepat.

NASA telah melakukan hal terbaik untuk menjaga wahana nya tetap aman disana. Juno memiliki kubah pelindung radiasi elektronik, pertama dari jenisnya. Kubah ini adalah sebuah kubus seukuran bagasi SUV, terbuat dari titanium dengan ketebalan sekitar 0,3 inci (0,8 cm). Di dalamnya terdapat beberapa bagian Juno yang paling berharga, seperti otaknya (bagian penanganan data dan perintah) serta 20 komponen elektronik utama lainnya. Dengan instrumen itu di dalamnya, kubah ini memiliki massa sekitar 200 kilogram.

2. Juno Hanya Memiliki Ruang Perangkat Keras Mirip Laptop Anda 

Komputer utama pesawat ruang angkasa ini memiliki memori seperti laptop. Komputer ini memiliki 256 MB memori flash - untuk melindungi data apabila terjadi gangguan listrik - dan 128 megabyte memori dynamic random-access (DRAM).

Mengapa tidak memberikan Juno lebih banyak memori? pesawat ruang angkasa ini menggunakan komputer single-board BAE Systems RAD750, yang dirancang agar terlindungi dari radiasi yang tinggi. Komputer ini telah digunakan berkali-kali di ruang angkasa, termasuk untuk misi NASA seperti wahana Van Allen (yang terbang melalui sabuk radiasi Bumi), Mars Reconnaissance Orbiter dan Mars rover Curiosity.

3. Wahana Bertenaga Surya Paling Jauh Dari Bumi

Juno telah pergi jauh ke luar angkasa dibanding wahana antariksa bertenaga surya lainnya. Pesawat ruang angkasa ini membuat rekor pada bulan Januari, ketika berjarak sekitar 493 juta mil (793.000.000 kilometer) dari matahari, melebihi jarak dari ESA Rosetta yang saat ini tengah berurusan dengan komet 67P / Churyumov-Gerasimenko.

Kebanyakan pesawat ruang angkasa yang menjelajah begitu jauh dari matahari harus menggunakan tenaga nuklir untuk terus berjalan. Tapi Juno mampu menghasilkan daya yang cukup, berkat tiga panel surya yang besar, masing-masing memiliki panjang 30 kaki (9 meter). Panel ini akan menghasilkan sekitar 500 watt di Jupiter.

4. Juno Akan berputar Saat Melakukan Pekerjaan Ilmiah

Juno akan berputar untuk tetap stabil, strategi ini meminjam desain probe tua NASA Pioneer. Dua wahana Pioneer (Pioneer 10 dan 11) berlayar ke Jupiter pada tahun 1973 dan sampai sekarang masih berlayar keluar tata surya kita, meskipun ia saat ini sendirian; NASA kehilangan kontak dengan Pioneer 10 pada tahun 2003 dan Pioneer 11 pada tahun 1995.

Tingkat putaran Juno sedikit bervariasi selama perjalanannya sejauh ini. Ketika menyalakan mesin utama, Juno berputar sampai 5 putaran per menit (RPM). Selama periode menjelajah, tingkat putarannya menjadi 1 RPM.

Namun ketika melakukan operasi sains, Juno akan berputar 2 RPM. Pada tingkat ini, bidang pandang Juno akan bergerak melintasi Jupiter 400 kali selama satu perjalanan dari kutub ke kutub. Pesawat ruang angkasa ini tidak akan menggunakan "scan platform" untuk mengarahkan instrumen di karenakan desainnya yang berputar.

5. Juno Butuh Hampir 3 Bulan Untuk Memasuki Orbit Akhirnya di Sekitar Jupiter

Setelah Juno memasukkan dirinya ke dalam orbit Jupiter, wahana ini akan menghabiskan 107 hari dalam sesuatu yang disebut "capture orbit." Para ilmuwan memilih untuk mengambil jalan panjang ini dan bukannya memasukkan Juno langsung ke orbit akhirnya, karena rute langsung akan memerlukan banyak bahan bakar.

Penangkapan orbit tidak hanya menghemat bahan bakar, tetapi juga memberikan para ilmuwan misi kesempatan untuk memeriksa instrumen mereka dan memulai observasi sains dari jauh. Menurut NASA, tim akan mulai menggunakan semua instrumen untuk mengumpulkan data 50 jam setelah Juno dimasukkan ke orbit Jupiter.

6. Juno Memiliki Orbit Akhir Yang Tidak Biasa

Cara terbaik untuk memetakan dunia manapun adalah dengan menggerakkan pesawat ruang angkasa berulang kali di kutub. Maka seluruh dunia bisa berputar di bawah probe, yang memungkinkan untuk memetakan setiap bagian dari permukaannya. Tapi di Jupiter, ada gesekan - di dekat planet ini, radiasi sangat tinggi sehingga sangat berpotensi merusak wahana.

Sebagai cara untuk meminimalkan paparan radiasi, Juno akan terbang dalam orbit yang sangat memanjang. Di ujung selatan dari orbitnya, Juno akan berada pada posisi paling dekat ke Jupiter: hanya 3.100 mil (5.000 kilometer). Tapi saat meninggalkan wilayah kutub selatan, Juno akan terbang keluar, di luar orbit bulan Callisto, yang terletak sekitar 1,2 juta mil (1,9 juta km) dari Jupiter.

Orbit yang sangat elips ini juga akan menjaga panel surya Juno tetap di bawah sinar matahari, kata pejabat NASA.

7. Kematian Juno Yang Dramatis

Dalam beberapa dekade terakhir, para ilmuwan telah mempelajari bahwa ada makhluk hidup yang sangat kuat dan gigih. Mikroba bumi telah di temukan berkembang dalam ventilasi laut dalam tyang panas dan mendidih di dasar laut, dan beberapa bahkan dapat bertahan dalam paparan lingkungan yang keras di ruang angkasa.

Sangat mungkin beberapa organisme Bumi mungkin masih hidup di atasJuno. Para ilmuwan dan pejabat NASA tidak ingin mikroba tersebut mencemari lautan bulan Jupiter, Europa - salah satu tempat terbaik di tata surya untuk memiliki kehidupan alien - atau satelit Jovian lain seperti Ganymede dan Callisto.

Jadi pada akhir misinya, Juno akan melakukan manuver 5,5 hari yang akan ditabrakkan ke atmosfer Jupiter denga sengaja. Misi ini dijadwalkan akan berakhir pada bulan Februari 2018, tetapi dapat diperpanjang sedikit.